ada 3 alasan kenapa teman suka lama kalo bales sms atau message di fb:
1. lagi males sama orang itu
2. lagi ribet.. riweuh euy..!! (kalo kata mala, temen gw)
3. kalo yg lagi smsan lawan jenis, si 'yang dikirimi' musti mikir dulu buat dapet kata2 yang pas untuk respon sms si 'pengirim'. which mean, ada yang : jatuh cinta, menjaga perasaan, dll
wkwkwkw
Saturday, February 27, 2010
Monday, February 22, 2010
Two Scutter Matic
Dah lama banget kayaknya gw dan keluarga gw keluar rumah naik motor, konvoi gitu maksudnya.
kalo dulu sekitar tahun 2007-2008 (cuman setahun ya???) gw dan keluarga kemana-mana selalu naik motor. kalo pengen makan diluar pun naik motor 2.
gw yang musti ngalah buat naik motor sendiri tanpa boncengan dan dibonceng, cos nyokap pasti sama bokap kan. hahaha, kirain gitu nyokap bakal sama anaknya.. wkwk..
kemaren Minggu (27 Feb 10) kita ngelakuin itu lagi, konvoi bertiga-tigaan, ga terlalu jauh sih pergi ke mall tertentu, kita cuman pergi makan di depan komplek. bedanya sama 2 tahun lalu, kalo sekarang kita pake motor automatic (matic-red), satu kepunyaan bokap, satu kepunyaan om yang lagi minjem mobil, makanya motornya ditinggal.
haha,, gw ngerasa nostalgia banget, seru lho konvoi gitu, saling tunggu-tungguan walaupun udah tau tempat tujuan, tapi kadang-kadang juga suka main tinggal-tinggalan sih. heehe
kalo dulu gw benci banget pake motor matic sekarang walaupun masih benci (udah ga pake "banget"), gw malah disuguhin ma motor matic, tau tuh bokap jadi suka matic dibanding manual. huhu, padahal menurut gw motor matic kurang macho gitu buat dipake cowok maupun cewek, eventhough gw harus mengakui kalo motor matic itu enteng. hehehe
sungguh kemaren untuk sesaat gw ngerasa nostalgia sama dua tahun lalu, dimana motor jadi primary ride buat kita untuk pergi kemana-mana baik ujan atau nggak n jauh atau deket. hehehe
kalo dulu sekitar tahun 2007-2008 (cuman setahun ya???) gw dan keluarga kemana-mana selalu naik motor. kalo pengen makan diluar pun naik motor 2.
gw yang musti ngalah buat naik motor sendiri tanpa boncengan dan dibonceng, cos nyokap pasti sama bokap kan. hahaha, kirain gitu nyokap bakal sama anaknya.. wkwk..
kemaren Minggu (27 Feb 10) kita ngelakuin itu lagi, konvoi bertiga-tigaan, ga terlalu jauh sih pergi ke mall tertentu, kita cuman pergi makan di depan komplek. bedanya sama 2 tahun lalu, kalo sekarang kita pake motor automatic (matic-red), satu kepunyaan bokap, satu kepunyaan om yang lagi minjem mobil, makanya motornya ditinggal.
haha,, gw ngerasa nostalgia banget, seru lho konvoi gitu, saling tunggu-tungguan walaupun udah tau tempat tujuan, tapi kadang-kadang juga suka main tinggal-tinggalan sih. heehe
kalo dulu gw benci banget pake motor matic sekarang walaupun masih benci (udah ga pake "banget"), gw malah disuguhin ma motor matic, tau tuh bokap jadi suka matic dibanding manual. huhu, padahal menurut gw motor matic kurang macho gitu buat dipake cowok maupun cewek, eventhough gw harus mengakui kalo motor matic itu enteng. hehehe
sungguh kemaren untuk sesaat gw ngerasa nostalgia sama dua tahun lalu, dimana motor jadi primary ride buat kita untuk pergi kemana-mana baik ujan atau nggak n jauh atau deket. hehehe
Tuesday, February 2, 2010
Road to the city
Hujan malam ini tidak begitu dingin, tidak seperti malam-malam sebelumnya.
Air telah membasahi tanah Depok, Segar.
tapi sebentar lagi aku akan meninggalkan tanah Depok, tidak untuk selamanya, hanya malam ini.
Waktu menunjukkan pukul 8.30 malam, dan kereta ekonomi kota, masih melaju mulus tanpa hambatan.
suasana di dalam kereta sudah hening, banyak penumpang, tapi mereka sudah layu semua, terlelap dalam tidur mereka, setelah satu hari mengadu peruntungan di tempat kerja.
Tapi dalam keheningan lelah itu terdengar alunan campur sari, merdu sekali, penyanyinya seorang lelaki tua gendut, duduk sila di sudut lorong sambil menengadahkan kantong di tangannya. bajunya lusuh, seperti sudah satu minggu tak diganti, wajar saja, jika ia selalu duduk lesehan seperti itu.
Dengan alunan campur sari, kereta mulai memasuki pusat kota, meninggalkan ke-gulita-an Depok, menuju kemegahan Jakarta.
Sorot lampu mobil, lampu-lampu jalanan, semuanya memeriahkan pemandangan malam di Jakarta. Indah!, gumamku
Malam ini, aku dan kawanku ingin berkunjung ke tempat teman kami, kakeknya meninggal, dan baru besok pagi dikuburkan. Kami baru bisa ngelayat ke tempat teman kami, malam hari, sepulang kerja.
Setelah naik kereta ini, masih ada 2 angkutan kota yang menunggu kami untuk dinaiki.
Lelah? tidak! aku menikmati setiap jengkal perjalanan malam itu, aku yakin temanku juga.
Di sekitar daerah kemayoran PRJ, bus kota kami melewati alun-alun kemayoran, suasananya gelap, remang-remang.
tak lama, temanku bertanya.
"ning, apa tuh, disebelah kiri?"
"hah??"
di sebelah kiri jalan banyak "warung" .
Gerobak dorong kecil, berisi minuman-minuman ringan, serta beberapa bangku plastik di sebelahnya. Bangku-bangku plastik itu membentuk barisan, dengan 4 kolom setiap barisnya. dan di bangku itu, terlihat wanita-wanita sedang duduk dengan santainya.
"warung" pertama yang saya lihat diisi oleh 3 wanita berpakaian minim, mereka sedang mengobrol dengan cueknya.
"warung" kedua, berisi 2 wanita berkaos oblong, menunggu dengan bosan, tanpa berbicara satu sama lain, wanita kedua saya lihat masih dibawah umur
"warung" ketiga, hanya ada 1 wanita, duduk anggun selayaknya wanita terhormat, sambil menyisir-nyisir rambutnya dengan jari-jari tangannya.
haha, aku tercengang, pengalaman pertama melewati daerah kemayoran malam hari. aku dan temanku sama-sama geli melihat hal tersebut, miris.
Perjalananku ke Jakarta malam ini benar-benar "spesial". Saya memang jarang sekali berkeliaran di Jakarta pada malam hari. walaupun sudah sering mendengar bahw Jakarta pada malam hari itu memang "spesial", terbukti dengan adanya buku "Jakarta undercover" dan sebagainya. Ingin rasanya mengelilingi Jakarta lagi pada malam hari.
Air telah membasahi tanah Depok, Segar.
tapi sebentar lagi aku akan meninggalkan tanah Depok, tidak untuk selamanya, hanya malam ini.
Waktu menunjukkan pukul 8.30 malam, dan kereta ekonomi kota, masih melaju mulus tanpa hambatan.
suasana di dalam kereta sudah hening, banyak penumpang, tapi mereka sudah layu semua, terlelap dalam tidur mereka, setelah satu hari mengadu peruntungan di tempat kerja.
Tapi dalam keheningan lelah itu terdengar alunan campur sari, merdu sekali, penyanyinya seorang lelaki tua gendut, duduk sila di sudut lorong sambil menengadahkan kantong di tangannya. bajunya lusuh, seperti sudah satu minggu tak diganti, wajar saja, jika ia selalu duduk lesehan seperti itu.
Dengan alunan campur sari, kereta mulai memasuki pusat kota, meninggalkan ke-gulita-an Depok, menuju kemegahan Jakarta.
Sorot lampu mobil, lampu-lampu jalanan, semuanya memeriahkan pemandangan malam di Jakarta. Indah!, gumamku
Malam ini, aku dan kawanku ingin berkunjung ke tempat teman kami, kakeknya meninggal, dan baru besok pagi dikuburkan. Kami baru bisa ngelayat ke tempat teman kami, malam hari, sepulang kerja.
Setelah naik kereta ini, masih ada 2 angkutan kota yang menunggu kami untuk dinaiki.
Lelah? tidak! aku menikmati setiap jengkal perjalanan malam itu, aku yakin temanku juga.
Di sekitar daerah kemayoran PRJ, bus kota kami melewati alun-alun kemayoran, suasananya gelap, remang-remang.
tak lama, temanku bertanya.
"ning, apa tuh, disebelah kiri?"
"hah??"
di sebelah kiri jalan banyak "warung" .
Gerobak dorong kecil, berisi minuman-minuman ringan, serta beberapa bangku plastik di sebelahnya. Bangku-bangku plastik itu membentuk barisan, dengan 4 kolom setiap barisnya. dan di bangku itu, terlihat wanita-wanita sedang duduk dengan santainya.
"warung" pertama yang saya lihat diisi oleh 3 wanita berpakaian minim, mereka sedang mengobrol dengan cueknya.
"warung" kedua, berisi 2 wanita berkaos oblong, menunggu dengan bosan, tanpa berbicara satu sama lain, wanita kedua saya lihat masih dibawah umur
"warung" ketiga, hanya ada 1 wanita, duduk anggun selayaknya wanita terhormat, sambil menyisir-nyisir rambutnya dengan jari-jari tangannya.
haha, aku tercengang, pengalaman pertama melewati daerah kemayoran malam hari. aku dan temanku sama-sama geli melihat hal tersebut, miris.
Perjalananku ke Jakarta malam ini benar-benar "spesial". Saya memang jarang sekali berkeliaran di Jakarta pada malam hari. walaupun sudah sering mendengar bahw Jakarta pada malam hari itu memang "spesial", terbukti dengan adanya buku "Jakarta undercover" dan sebagainya. Ingin rasanya mengelilingi Jakarta lagi pada malam hari.
Monday, February 1, 2010
want
pengen balik ke waktu dulu
gak menyia-nyiakan kesempatan itu
pengen lebih banyak ngobrol ma dia
haha.. dasar meloow girl!!
gak menyia-nyiakan kesempatan itu
pengen lebih banyak ngobrol ma dia
haha.. dasar meloow girl!!
Subscribe to:
Comments (Atom)