Resah,, apa arti kata resah itu?
perasaan gundah gulana, tak tahu apa yang diinginkan, apa yang bisa dilakukan?
mungkin juga bisa jadi arti dari kata resah itu.
Temanku bilang padaku, bagi kami (para amatiran dalam menulis) salah satu kunci untuk membuat tulisan itu sistematis, lancar dan apik dibaca adalah perasaan resah itu sendiri.
Aku menyetujui pendapat tersebut.
Dulu (ketika kupikir aku selalu digendong oleh keresahan), tulisanku di blog pribadi lamaku tergolong bagus, setiap kali aku membaca ulang (tulisanku) aku selalu merasa, Aih benar sekali, tulisannya mengalir dan tajam, membuat tercekat (untuk beberapa tulisan yang mengandung emosi)3
Haha,, ataukah itu salah satu golongan Narcissism ?
Aku hanya menyetujui pendapat temanku itu, dan temannya lagi. Haha
Lalu sekarang..
aku telah mengalami periode Bahagia dan kembali Resah
aku sadar betul, periode Bahagia itu muncul disaat aku mulai bisa menerima diriku sendiri, mulai bisa menikmati kehidupan dengan teman yang aku harap sejak dulu, serta ketika perhatianku mulai teralihkan dari beberapa masalah yang pernah menghantuiku (masalahku adalah diriku sendiri).
Tapi kini, periode ini, aku kembali merasa resah, tidak seutuhnya (bukan berarti segala sesuatu yang utuh itu bagus).
Merasa resah namun merasa bahagia, semua serba setengah.
Merasa masih bisa menerima diri sendiri, namun hanya setengah.
Merasa pikiranku tercuri lagi oleh masalahku itu, namun kembali hanya setengah.
Iri, dengki, kembali merajai pikiranku.
Senang?
Tidak dan Iya
kenapa saya tulis Tidak lebih dulu dibanding Iya?
karena saya ingin membagi ke'Iya'an saya terhadap resah.
Tidak, secara rasional, bagi orang normal, tidak ada yang ingin dihantui oleh perasaan resah.
Saya masih normal, sehingga saya benci memiliki rasa resah itu, saya tidak suka perasaan curiga, iri, dengki menghantui saya (Lagi).
secara langsung (bukan tidak langsung), mempengaruhi perilaku saya kepada temen sekitar saya. Saya benci itu
Iya, dengan mengetahui bahwa rasa resah itu muncul lagi, saya sadar betul bahwa ini kesempatan saya untuk menulis dengan baik dan benar. Haha, serasa menulis itu hal yang paling mulia dan sayang jika tidak dilakukan.
Tidak sih. Saya hanya ingin menulis dengan lancar, karena dengan itu bathin saya merasa puas. Apalagi jika tulisan saya mendapat apresisasi dari teman sekitar.
Keinginan menulis saya dalam kondisi yang resah ini, sepertinya tidak bisa tercapai.
imbuhan 'setengah' yang menghiasi kata resah, menjadi penyebab kenapa saya tidak bisa menulis dengan lancar. sebenarnya hal ini tidak berpengaruh apa pun terhadap kehidupan saya, namun entah mengapa ada rasa geregetan.
untuk menghasilkan tulisan indah yang enak dibaca.
Sehingga untuk saya,, semua itu menjadi pilihan
Bahagia atau Resah ?
Thursday, May 13, 2010
Sunday, May 2, 2010
A Good Year

A good year, a good movie
Simple and peace..
gw baru nonton film ini padahal film ini rilis tahun 2006, tahu kenapa?
karena gw mulai mengoleksi film-film Russel Crowe setelah gw nonton film 'Beautiful Mind', hihi..
Ada ya, suka suatu film karena pemainnya.. ya itu gw..!
Before continuing review it, cuman pengen ngasih tau, kalo kemaren gw juga beli film Russel Crowe yang judulnya 'Tenderness' , itu film baru, tahun 2009. my review about it will come last. but for comparison, I Choose 'A Good Year' 100% over 'Tenderness' Hahahaha
Let's get started..
Seorang Broker yang terkenal di London memiliki segala kehebatan, dia hebat dalam mengendalikan pasar. (gaya Russel Crowe keren banget pas lagi jadi Boss di trading company nya)
suatu ketika dia dapet kabar bahwa pamannya, orang yang merawat dia sejak kecil, meninggal. pamannya itu seorang pembuat wine di prancis, dan ia mewariskan chateau sekaligus pabrik wine kepada keponakannya itu, Maximilian Skinner a.k.a Russel Crowe.
Waww,, coba bayangkan chateau seluas 11 hektar dikasih seluruhnya kepada si Russel Crowe, padahal dia nggak kekurangan apa-apa di London sebagai Broker, Hihi, mimpi banget buat gw.
Max merasa tidak ingin mempertahankan Chateau tersebut, secara hidup dia di London.
Di film itu yang menjadi topik adalah pertentangan batin si Max
Kehidupan di London adalah sempurna, Prestasi, Harkat Martabat, Uang, Kelas. ia dapatkan semuanya disana. bagaimana ceritanya kalau dia disuruh pindah ke prancis, di chateau yang tenang, tanpa hingar bingar ibukota. walaupun dia juga masih bisa mendapatkan uang banyak dari pabriK wine tersebut, ditambah dia menemukan cinta di prancis.
tapi tetep aja,
dia bilang "My life doesn't suit this place"
even though the truth is "This Place doesn't suit you"..
Hmm, pokoknya pada akhirnya kondisinya membuat ia harus memillih untuk tetap di London melanjutkan menjadi broker, atau meninggalkan London untuk tinggal di Prancis.
Well, keduanya pilihan yang menyenangkan I Guess..
Recommended Movies buat mereka yang suka drama
rate : :x :x :x :x :x :x
Subscribe to:
Comments (Atom)