Monday, June 28, 2010

Hoping

-dedicated to a public figure whose popularity was just begun

Aku hanya tinggal menunggu waktu
Untuk senyum itu menghilang
Tertutup oleh hingar bingarnya
Popularitas yang mendadak

Tidak dipaksakan, hanya mendadak

Aku tak lama lagi akan melihat wajah rupawan itu
tak lagi dihiasi garisan lengkung nan damai
bernama senyum
Aku tak pernah menginginkan lukisan indah
pada wajah itu luntur karena arogancy
Terkikis oleh ego
dan lenyap oleh ketamakan

Sungguh aku ingin selalu memandang kepolosan,
kedamaian, keramahan pada rupa
sang rupawan
Semoga tak pernah ia habis dimakan realita

17 August 2009

Rasa

Rasa itu ternyata belum luntur.
Sepercik api membuatnya kembali menyala
Walau tidak sepenuhnya.

Aku
Mengharap waktu
Menghapus segala gundah
Mengubur segala memori
Mengikis cinta untuk sahabat

Namun, sang waktu belum bekerja.
Aku tidak mampu mengendalikan
Waktuku dan waktunya.

Sehingga hati ini, masih terus sakit
Atas rasa yang tumbuh tanpa harapan