-dedicated to a public figure whose popularity was just begun
Aku hanya tinggal menunggu waktu
Untuk senyum itu menghilang
Tertutup oleh hingar bingarnya
Popularitas yang mendadak
Tidak dipaksakan, hanya mendadak
Aku tak lama lagi akan melihat wajah rupawan itu
tak lagi dihiasi garisan lengkung nan damai
bernama senyum
Aku tak pernah menginginkan lukisan indah
pada wajah itu luntur karena arogancy
Terkikis oleh ego
dan lenyap oleh ketamakan
Sungguh aku ingin selalu memandang kepolosan,
kedamaian, keramahan pada rupa
sang rupawan
Semoga tak pernah ia habis dimakan realita
17 August 2009