Sunday, February 13, 2011

Mysterious Life

Pertanyaan itu muncul lagi..

Lagi dan lagi, pertanyaan itu dilontarkan, kali ini oleh orang terdekatku.
untuk sekarang aku tidak begitu peduli dengan apa yang mereka bilang, walaupun kadang sering sakit hati jika terus-terusan disinggung, ditanya, dan ditekan dengan pertanyaan tersebut, kadang tertawa, kadang membantah, kadang senyum, kadang marah. Sampai capai aku menanggapinya.

Satu tahun lalu, jika pertanyaan ini dilontarkan, aku akan berpikir keras dan sampai pada titik sensitif yang paling dalam.

Namun jika kali ini aku ditanya demikian, reaksiku tidak separah itu, bahkan pertanyaan itu bisa hanya merupakan pertanyaan intermezzo. Hal ini karena pikiranku sedang diisi oleh hal lain yang lebih penting, tetapi bohong jika aku tidak terpengaruh oleh pertanyaan itu, menurutku hanya tinggal menunggu waktu untuk sensitifitas itu datang kembali, apalagi seiring bertambahnya usia.

Yang aku pikirkan adalah, Hey, aku juga khawatir masalah itu, bahkan jika disebutkan, akulah orang yang paling menderita tentang masalah tersebut. Seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Jangan menambahkan kekhawatiranku dengan kekhawatiranmu tentang aku. Jika ingin menunjukkan rasa simpati, lakukanlah dengan bijaksana. Dan aku akan menerima.

Jika aku diberi kesempatan untuk memilih hidupku, aku ingin seperti sherina, yang sejak kecil diarahkan ke suatu objek, dan setelah dewasa mampu menentukan hidupnya, atau seperti Arzety bilbina yang memilih jalan secara elegan, dan pada akhirnya mendapat kehidupan yang seattle bersama keluarganya, atau seperti Sri Mulyani yang diberkahi kepintaran dan keberanian (tanpa mengetahui kerasnya jalan yang mereka tempuh).

Namun, aku sangat nyaman menjadi diriku dengan segala kekuranganku, dan kenaifanku. Sehingga jika pertanyaan itu muncul, aku percaya jika aku hidup dengan berfokus pada tujuanku, seperti apa yang ketiga tokoh diatas lakukan, pertanyaan itu secara tidak langsung akan terjawab. Justru aneh jika aku menjalani hidup dengan pertanyaan itu sebagai tujuan, dan passion ku sebagai sampingan. Justru aneh jika aku mengesampingkan hidupku untuk menjawab pertanyaan itu, kata orang bule, its pathetic.

Karena akupun percaya bahwa kuasa Tuhan adalah yang utama. Bahwa jika saat ini pertanyaan itu belum bisa aku jawab, maka ini hanya masalah waktu. Bahwa Tuhan telah menyiapkan jawaban spektakuler untukku menjawab pertanyaan mereka.

Bahwa Tuhan melihatku belum sanggup menanggung jawaban pertanyaan itu saat ini. Bahwa Tuhan selalu memberikan sesuatu yang sanggup ditangani oleh makhluknya, atau seperti yang temanku bilang, bahwa Tuhan masih melindungiku dengan cara-Nya yang luar biasa.

Semua hal tersebut kupercayai dan kuyakini, sehingga saat ini aku sedang memfokuskan pikiran untuk passionku, yang belum kutemukan.

Mungkin juga caraku berdoa harus diperbaiki, seperti kata seorang motivator bahwa jika ingin Jawaban Pertanyaan yang spektakuler, maka berdoalah untuk mempersiapkan diri, membuat diri menjadi pantas mendapatkan Jawaban yang spektakuler.

Dan aku yakin, suatu saat nanti, ini hanya masalah waktu, entah satu hari, satu bulan, satu tahun, dua tahun, tiga tahun, atau sepuluh tahun nanti, pada pagi hari saat aku berangkat kantor, secara mengejutkan sebuket mawar merah akan tertaruh rapih dan indah di meja kerjaku.

who suffer most?

It turns twenty three, and turns to get more serious in every detail of life.

life is so mysterious for her, we can do hard work, struggle very hard, and fight for a better life or just lied down on the bed, or on a very luxurious carpet and wait for a bright life to come.
that, the better life couldn't choose its logic to come to a person with hard work. In this side God's will answer everything she wondered.

Even though a person had already did his or her best for living nicely, if God had not yet allow for his or her success, they can't do anything, or the opposite, she knows a boy who has all the fortune, living well without any big movement. but God pick him to receive all the blessing.

it is doesn't means that she doesn't gets bless from God, she never said that way. it just the mysterious way of life that each person received in an each different ways. She believed it.

In fact she doesn't know, and never know, what ever did by the boy until he got so luckily in life. or it just a matter of time that hasn't come to her like the boy's time had already came. Curious!

then, she concluded that way of each person's life is divided in several part, that a person is living in her or his own circle, cubicle, oval, whatever.

Just like a class in a mass transportation facility, like train or plane, there are executive, business, or economy classes. Well, in life, it's not that exact in three classes, there are many gray areas.

And there are many factors except fortune, and hard work, which is passion, inheritance, a good perspective of life, and an ability to choose the best for him or herself.

But besides all the fabulous factors, there is a faith factor, it is the most powerful factor, she thought.

The way a person to pray, in quantity and quality is the strongest point of a better life, that, she ever heard from a well known motivator, if God has already give a respect to you because of your pray, then, just wait for His miracles.

Therefore in islam, we have a term of ikhtiar, which is in terminology means that, in order to get what we want, we have to do it with passion and hard work, and also balancing it with great praying. It will pay off.

but then her curiosity was never answered, her thought is simply come from a question "why the executive class will always be in executive as their ancestors?", "why the business class always be in there forever?" "why the economy class are rarely growing up to business one?".
Well, even though there are plenty cases of changing the class because of all the factors above.

the age are getting bigger in count, or smaller in a rest of life. whatever, she is now walking aimless, with all curiosity of life also a clear in mind that hard work and hard pray is the key.

While she is waiting to a better life to come, she gets trouble to decide and choose the best for her. She doesn't want to pick a wrong choice, because it will effect the whole life of her in the upcoming years.

As if she can cheat to see the book of life, and knowing the best choice to choose, she wouldn't walking aimless.

But, as I know, She is still trying to do her best to please every people around her.
Thank God I know her.