Lalu, apakah yang kamu takutkan?
stagnansi dalam hidup?
kemonotonan yang tidak bisa kamu tolerir lagi
sementara yang lain berbahagia kamu masih berjelaga dalam lumpur yang sama
sama pekat, sama bau, sama kotor
aneh memang, ketika hal yang seharusnya kita punya hanyalah iman
namun seringkali kita pertanyakan keimanan itu sendiri
ketidakpercayaan atas iman
kadang seketika iman pergi, perasaan takut berdiri sendiri menyeruak tak tau diri
mengambil pertahanan yang sudah dipersiapkan sebelumnya
kenapa takut?
padahal kita dilahirkan sendiri
dan akan mati sendiri
sementara hidup pun harus sendiri
namun sekali lagi kita berinteraksi
berjuang dengan kaki sendiri untuk dapat diterima di sekitar
lalu kenapa dipertanyakan?
pertanyaan yang jawabannya akan selalu sama, akan selalu monoton, akan selalu berulang
karena keluh tidak akan usai
dengan kata atau rangkaian yang terbuat dan terlontar
ini yang masih terus dicari, perasaan aman atas diri
tanpa harus menangisi yang terjadi
aman karena iman
karena manusia itu kecil,
kerdil seperti semut yang tak terdeteksi
rapuh seperti bara yang siap ditiup
namun bara itu pun bisa membakar
pada akhirnya, kenapa harus takut ketika semua sudah digariskan, dan direncanakan seapik mungkin di dalam lauhul mahfuhdz?
kenapa harus mempertanyakan kepastian yang sudah mutlak dan tidak bisa ditawar lagi?
ini yang masih akan terus dicari jawabnya
Thursday, May 2, 2013
Wednesday, May 1, 2013
Halo
Belajarlah dari Hati,
Karena dia bisa memberimu kehangatan
Berwaspadalah dengan logika,
Sehingga akan kau temukan kebenaran
Pada saatnya nanti
Ketika hati mengalah dan logika bekerja
Saatnya aku ucap 'Halo'
dengan senyum terikhlas yang aku punya.
Karena dia bisa memberimu kehangatan
Berwaspadalah dengan logika,
Sehingga akan kau temukan kebenaran
Pada saatnya nanti
Ketika hati mengalah dan logika bekerja
Saatnya aku ucap 'Halo'
dengan senyum terikhlas yang aku punya.
Wed, 24 April 2013
Subscribe to:
Comments (Atom)