Ketika kamu pikir, dan renungi dalam-dalam. Kamu akan mendapat kesimpulan bahwa setiap tindakan yang kamu lakukan dalam hidup ini adalah berdasarkan asas "Ingin" . Kamu, aku, kita semua memiliki hasrat untuk mendapatkan hal yang kita inginkan. Tidak peduli apakah itu benar, salah, apakah itu menyusahkan orang lain, melanggar batas hak-hak orang lain.
Hey! apakah itu egois?
mementingkan diri sendiri.
Tidak! itu manusiawi, itu yang disebut humanisme atau nature seorang makhluk hidup paling sempurna. Manusia diciptakan memiliki hasrat, memiliki passion, yang kadang bertentangan dengan keinginan orang lain, orang lain yang penting bagi kita, yang dapat mempengaruhi keputusan final kita.
Lalu apa yang kita lakukan jika keinginan kita sudah melampaui batas-batas hak orang lain, atau paling tidak jika keinginan kita tidak sesuai dengan keinginan orang yang paling penting, yang dapat mempengaruhi keputusan final kita?
Jawabannya balik kepada dirimu sendiri.
Prioritasmu Teman! hal yang kamu utamakan didunia ini melebihi apapun, atau siapapun.
tidak selalu apa yang kita inginkan itu bagus, bagi diri kita sendiri, bagi orang lain.
atau seperti kutipan
Ya. bagaimana jika itu bukan hal yang sebenarnya kau butuhkan, seperti memakai sepatu berhak tinggi pada kakimu yang sudah lecet.
Bagiku sendiri, jujur aku adalah tipe keras kepala,
yang selalu penasaran pada apa yang aku inginkan. Kadang sering aku memaksakan kehendakku untuk hal-hal yang tidak pas.
But then, aku juga manusia yang bisa berpikir Jernih, dan Logis.
dapat menentukan mana yang sebenarnya aku butuhkan.
Sehingga jawabannya selalu bermuara pada dirimu sendiri, mau menjadi orang egois dan mementingkan seluruh keinginanmu.
atau menjadi orang yang mampu menahan hasrat, mengendalikan emosi, dan menjadi pribadi yang lebih welas!
Semua itu pilihanmu Teman!
atau lebih baik lagi, menjadi seseorang yang mampu mendapatkan keinginanmu melalui cara-cara yang bijak, tanpa menyakiti pihak manapun, memangkas hak orang lain, serta tetap berpikir jernih.
Hey! apakah itu egois?
mementingkan diri sendiri.
Tidak! itu manusiawi, itu yang disebut humanisme atau nature seorang makhluk hidup paling sempurna. Manusia diciptakan memiliki hasrat, memiliki passion, yang kadang bertentangan dengan keinginan orang lain, orang lain yang penting bagi kita, yang dapat mempengaruhi keputusan final kita.
Lalu apa yang kita lakukan jika keinginan kita sudah melampaui batas-batas hak orang lain, atau paling tidak jika keinginan kita tidak sesuai dengan keinginan orang yang paling penting, yang dapat mempengaruhi keputusan final kita?
Jawabannya balik kepada dirimu sendiri.
Prioritasmu Teman! hal yang kamu utamakan didunia ini melebihi apapun, atau siapapun.
tidak selalu apa yang kita inginkan itu bagus, bagi diri kita sendiri, bagi orang lain.
atau seperti kutipan
"yang kau inginkan tak selalu yang kau butuhkan"-maliq n d'essential
Ya. bagaimana jika itu bukan hal yang sebenarnya kau butuhkan, seperti memakai sepatu berhak tinggi pada kakimu yang sudah lecet.
Bagiku sendiri, jujur aku adalah tipe keras kepala,
yang selalu penasaran pada apa yang aku inginkan. Kadang sering aku memaksakan kehendakku untuk hal-hal yang tidak pas.
But then, aku juga manusia yang bisa berpikir Jernih, dan Logis.
dapat menentukan mana yang sebenarnya aku butuhkan.
Sehingga jawabannya selalu bermuara pada dirimu sendiri, mau menjadi orang egois dan mementingkan seluruh keinginanmu.
atau menjadi orang yang mampu menahan hasrat, mengendalikan emosi, dan menjadi pribadi yang lebih welas!
Semua itu pilihanmu Teman!
atau lebih baik lagi, menjadi seseorang yang mampu mendapatkan keinginanmu melalui cara-cara yang bijak, tanpa menyakiti pihak manapun, memangkas hak orang lain, serta tetap berpikir jernih.
No comments:
Post a Comment