Dua senja menikmati malam
Segelas kopi berdua
Semangkuk mie bersama
Teduh
Pancaran cinta dari matanya
Seolah dunia milik berdua
Manusia
Entah apa mereka paham
Allah menakdirkan pertemuan dan perpisahan
Entah apa mereka siap
Ketika perpisahan datang, apapun bentuknya
Atau aku yang belum paham
Atau aku yang belum siap
Ah sudahlah, mata teduh penuh cinta
Aku iri
Takdir Allah yang terbaik
No comments:
Post a Comment