I think,,
Masalah pada Indonesia menurut saya adalah mental yang bobrok. Indonesia tidak memiliki mental juara. Tidak ada yang bisa disalahkan, didikan sejak kecil atau cerminan perilaku pendahulu yang bisa menjadi faktor bobroknya mental kemenangan Indonesia.
Sedih sungguh, ketika diagung-agungkan, sang aktor malah kehilangan arah, kehilangan fokus, kehilangan tujuan.
Lalu, haruskah tidak diperdulikan? haruskah sang aktor utama tidak mendapat perhatian dari kronconya?
Ironi memang, dimana setiap peran memiliki fungsinya masing-masing. yang terkadang menyinggung peran yang lain.
Tidak ingin berkelakar banyak, saya hanya kecewa. Kecewa kepada sistem di Indonesia ini, kecewa terhadap pendidikan mental yang kurang diasah. Hal ini pun saya rasakan pada diri saya, yang senantiasa takut akan keadaan, tidak memiliki mental juara, takut menerima konsekuensi kalah, dan hanya bermain aman. saya tahu yang bagus tapi tidak bisa berlaku bagus, saya tahu yang jelek dan kerap kali berlaku demikian.
Apa yang harus diubah? Tak mengerti..
Ayo majulah Indonesia, bawa namamu berkibar di dunia Internasional.
jangan kalah oleh keadaan, berjiwa besarlah.
*written when Indonesia got lose from Malaysia in AFF 2010
Masalah pada Indonesia menurut saya adalah mental yang bobrok. Indonesia tidak memiliki mental juara. Tidak ada yang bisa disalahkan, didikan sejak kecil atau cerminan perilaku pendahulu yang bisa menjadi faktor bobroknya mental kemenangan Indonesia.
Sedih sungguh, ketika diagung-agungkan, sang aktor malah kehilangan arah, kehilangan fokus, kehilangan tujuan.
Lalu, haruskah tidak diperdulikan? haruskah sang aktor utama tidak mendapat perhatian dari kronconya?
Ironi memang, dimana setiap peran memiliki fungsinya masing-masing. yang terkadang menyinggung peran yang lain.
Tidak ingin berkelakar banyak, saya hanya kecewa. Kecewa kepada sistem di Indonesia ini, kecewa terhadap pendidikan mental yang kurang diasah. Hal ini pun saya rasakan pada diri saya, yang senantiasa takut akan keadaan, tidak memiliki mental juara, takut menerima konsekuensi kalah, dan hanya bermain aman. saya tahu yang bagus tapi tidak bisa berlaku bagus, saya tahu yang jelek dan kerap kali berlaku demikian.
Apa yang harus diubah? Tak mengerti..
Ayo majulah Indonesia, bawa namamu berkibar di dunia Internasional.
jangan kalah oleh keadaan, berjiwa besarlah.
*written when Indonesia got lose from Malaysia in AFF 2010
5 comments:
kalo mu ngomong masalah mental memang memprihatinkan tapi di pertandingan kemaren ada faktor yang bikin gerah juga. seharusnya klo memang mu protes ya lanjutkan protesnya tapi harus lewat jalan yg bener kan...bukan berarti mereka gak punya mental juara lho!!!emang banyak org Indonesia yg gak punya mental juara tp jangan dipukul rata juga dong
kikiki.. mungkin banyak individu-individu pemenang di Indonesia, contohnya aja para juara olimpiade fisika, dan olimpiade akademis lainnya, serta orang lain yang expert dibidangnya.
tapi disini gw coba buat ngeliat dari cabang olah raga lain, gak hanya sepak bola, tetapi juga bulu tangkis. banyak dari mereka yang mampu masuk ke final tapi akhirnya kalah oleh lawan di final.
kedua cabang ini menurut gw merupakan representasi yang pas buat olah raga indonesia. kedua cabang inilah yang terkenal dan diisi oleh bakat-bakat luar biasa. jadi boleh saja kita bercermin pada mereka.
timnas bola Indonesia juga sebelum ini sudah sering masuk final, namun tidak pernah menang di piala AFF atau dulu piala Tiger.
bulu tangkis juga, kondisi sekarang sudah merosot, kebanyakan kalah pada waktu partai final, yang sudah diharap-harapkan masyarakat banyak..
menurut saya, faktor mental yang merupakan salah satu penyebab Indonesia belum menjuarai kompetisi-kompetisi internasional. sikap yang kadang meremehkan lawan di final, padahal perjuangan belum berakhir, atau kondisi eksternal yang terlalu mengagung-agungkan pemenang yang belum menang juga salah satu faktor.
menurut gw mental juara itu bukan hanya seseorang dengan skill yang mumpuni kemudian dapat menang suatu pertandingan karena skill tinggi tersebut,
tapi bagaimana kita dapat berjuang dengan sungguh-sungguh bukan untuk predikat menang, tetapi untuk pembuktian diri, menjawab tantangan diri sendiri menjadi pemenang tanpa memandang lemah lawan, tanpa memperdulikan opini yang dapat menjatuhkan dan tetap berjiwa besar.
menurut gw hal tersebut bisa diasah lho, dengan selalu berpandangan positif dan bercermin pada pemenang.
yah who knows sih,, ini cuman kelakar amatir yang belum mengerti apa-apa.. hikikiik,, dunia ini terlalu luas dan kompleks untuk dimengerti amatir 22 tahun, tapi gw yakin, gw, kita, bakal jadi seseorang yang hebat yang bisa paling nggak mengerti indonesia.. hehehehe..
amin saudara, saya setuju mental memang perlu diasah. kalau ada, saya mau ikut pelatiannya :)
saya jugaa..
Yuk, dimulai dari diri sendiri. Misal: ga buang sampah sembarangan. Kalau ada sampah sendiri, tapi ga nemu tempat sampah, yuk buang dirumah. Misal: sabar ngantri. Siapa tahu nanti orang lain lihat, trus ikutan sabar.
Ehehe, sekedar menjabarkan hal2 yang pengen dipertahankan di Indonesia, kalau nanti pulang for good, dan semoga nggak terbawa oleh arus sekitar..
Btw, bukannya dissapointed itu "s"nya 2 yah? CMIIW
Post a Comment